WHAT'S NEW?
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Demam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Demam. Tampilkan semua postingan





Terbuat dari bahan bahan herbal alami yang manjur untuk mengobati penyakit HIPERTENSI, seperti :
1. Delima putih
2. Daun sendok
3. Jombang
4. Mahoni
5. Mengkudu
6. Pule pandak
7. Sambiloto
8. Tapak dara.
9. Tempuyung, dll.

Berkhasiat untuk :
1. Mengobati penyakit hipertensi.
2. Menambah nafsu makan.
3. Memperlancar haid.
4. Mengobati rematik.
5. Melancarkan peredaran darah.
6. Menambah stamina.
7. Memperkuat imunitas tubuh.
8. Mengatasi gangguan pada saluran pencernaan.
9. Mengobati batuk rejan (pertusis).
10. Mengatasi penyakit keracunan.
11. Mengobati radang ginjal, dll.

Kemasan berisi 5 kantong teh untuk 5 kali seduh.
Sebaiknya diminum malam hari sebelum tidur agar proses penyerapan lebih maksimal.

Cara penyajian :
1. Seduh 1 kantong teh dengan 200ml air panas.
2. Aduk secara merata hingga air berubah warna.
3. Peras dengan menggunakan sendok agar air cepat berubah, karena kemasan kantong teh agak tebal, menjaga agar ampas jamu tidak ikut larut dalam air.
4. Buang sisa ampasnya, tambahkan madu asli, bila ada.
5. Jamu siap dikonsumsi.
6. Lakukan rutin selama 5 hari, insya Allah sakit hernia anda sembuh.



#obat untuk hipertensi #hipertensi adalah #obat alami hipertensi #obat darah tinggi #golongan obat hipertensi #obat herbal hipertensi #obat anti hipertensi #captopril #obat hipertensi yang aman #obat tradisional hipertensi #obat hipertensi untuk ibu hamil #penyebab hipertensi #penggolongan obat hipertensi #obat tensi tinggi #obat herbal alami hipertensi

BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers.hen jin t) 

Family               : Menispermaceae 



obat herbal alami brotowali
BAHAN JAMU BROTOWALI


NAMA LOKAL 

Antawali, bratawali, putrawali, daun gadel (Jawa); Andawali (Sunda), Antawali (Bali); Shen jin teng (China). 

Tumbuhan liar di hutan, |adang atau ditanam dihalaman dekat pagar. Biasa ditanam sebagai tumbuhan obat. Menyukai tempat panas, termasuk perdu, memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesarjari kelingking, berbintiI-bintil rapat rasanya pahit. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak budar telur berujung lancip, panjang 7 12 cm, Iebar 5 10 cm. Bunga kecil, warna hijau muda, berbentuk tandan semu. Diperbanyak dengan stek. 

KHASIAT DAN KEGUNAAN 

Reumatik, Demam, Nafsu makan, DIABETES

PEMANFAATAN 

BAGIAN YANG DIPAKAI   : Batang. 

KEGUNAAN : 

1. Rheumatic arthritis, rheumatik sendi pinggul (sciatica), memar. 

2. Demam, merangsang nafsu makan, demam kuning. 

3. DIABETES

PEMAKAIAN : 10 15 gr, rebus , minum. 

PEMAKAIAN LUAR :Air rebusan batang brotowali dipakai untuk cuci koreng, kudis, luka-luka. 

CARA PEMAKAIAN : 

1. REMATIK

1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, ditambah madu secukupnya, minum. Sehari 3 x 1/2 gelas. 

2. DEMAM KUNING (ICTERIC)

1 jari batang brotowali dicuci dan potong-potong, direbus dengan 3 gelas air sampai menjadi 1 1/2 gelas. Diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2 x 3/4 gelas. 

3. DEMAM

2jari batang brotowali direbus dengan 2 gelas air, sampai menjadi 1 gelas. Setelah dingin, diminum dengan madu secukupnya. Sehari 2x 1/2 gelas. 

4. DIABETES

1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, 3/4 jari 

KOMPOSISI 

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : 
Pahit. sejuk. Menghilangkan sakit (Analgetik), penurun panas (antipiretik), melancarkan meridian. KANDUNGAN KIMIA : Alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid,zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar mengandung alkaloid berberin dan kolumbin.

tanaman herbal bangle
TANAMAN BANGLE


Family                 : Zingiberaceae 

NAMA LOKAL  :

Panglai (Sunda), bengle (Jawa), pandhiyang (Madura).; mugle, bengle, bungle, baglai, baniai, banglai, bunglai,; Bangle, kunit bolai, kunyit bolai (Sumatera), banggele (Bali),; Bale, panini, manglai, manguiai, bangerei, wangelei, walegai,; kukuniran, kukundiren, unin makei, unin pakei, bangle, bongle;

Bangle tumbuh di daerah Asia tropika, dari India sampai Indonesia. Di Jawa dibudidayakan atau di tanam di pekarangan pada tempat-tempat yang cukup mendapat sinar matahari, mulai dari dataran rendah sampai 1.300 m dpi. Pada tanah yang tergenang atau becek, pertumbuhannya akan terganggu dan rimpang cepat membusuk. Herba semusim, tumbuh tegak, tinggi 1-1.5 m, membentuk rumpun yang agak padat, berbatang semu, terdiri dari pelepah daun yang dipinggir ujungnya berambut sikat. Daun tunggal, Ietak berseling. Helaian daun lonjong, tipis, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi rata, berambut halus, jarang, pertulangan menyirip, panjang 23-35 cm, Iebar 20-40 mm, warnanya hijau. Bunganya bunga majemuk, bentuk tandan, keluar di ujung batang, panjang gagang sampai 20 cm. Bagian yang mengandung bunga bentuknya bulat telur atau seperti gelendong, panjangnya 6-10 cm, Iebar 4-5 cm. Daun kelopak tersusun seperti sisik tebal, kelopak bentuk tabung, ujung bergerigi tiga, warna merah menyala. Bibir bunga bentuknya bundar memanjang, warnanya putih atau pucat. Bangle mempunyai rimpang yang menjalar dan berdaging, bentuknya hampir bundar sampai jorong atau tidak beraturan, tebal 2-5 mm. Permukaan

luar tidak rata, berkerut, kadang-kadang dengan parut daun, warnanya coklat muda kekuningan, bila dibelah berwarna kuning muda sampai kuning kecoklatan. Rasanya tidak enak, pedas dan pahit. Bangle digolongkan sebagai rempah-rempah yang memiliki khasiat obat. Panenan dilakukan setelah tanaman berumur satu tahun. Perbanyakan dengan stek rimpang.

KHASIAT DAN KEGUNAAN

Demam, Sakit kepala, Batuk, Perut nyeri, masuk angin, sembelit; Sakit kuning, Cacingan, Reumatik, Ramuan jamu, kegemukan; Mengecilkan perut setelah melahirkan;

PEMANFAATAN

BAGIAN YANG DlPAKAI: Rimpang, daun.

KEGUNAAN:

Rimpang:

Demam, sakit kepala.

Batuk berdahak.

Perut nyeri, masuk angin. Sembelit.

Sakit kuning.

Cacingan.

Rheumatism.

Ramuan jamu pada wanita setelah melahirkan.

Mengecilkan perut setelah melahirkan.

Kegemukan.

Daun:

Tidak napsu makan.

Perut terasa penuh.

PEMAKAIAN:

Untuk minum: 1/2 3 jari rimpang, direbus.

Pemakaian luar. Rimpang secukupnya dicuci bersih lalu diparuti dipakai sebagai tapal atau boreh pada sakit kepala,pegal linu, mengecilkan perut sehabis melahirkan. dan sebagainya.

CARA PEMAKAIAN:

1. Demam, masuk angin.

15 g rimpang bangle yang segar dicuci lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air panas den 2 sendok makan madu. Diaduk merata lalu diperas dan disaring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

2. Sakit kepala karena demam.

Rimpang segar secukupnya dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan sedikit air sampai menjadi adonan seperti bubur. Dipakai sebagai pilis pada dahi.

3. Sakit kuning:

1/2 jari rimpang bangle dicuci bersih lalu diparut. Tambahkan air masak dan madu masing-masing 1 sendok makan. Peras dan saring, minum. Lakukan 2 kali sehari.

4. Nyeri sendi (rheumatism):

Rimpang segar secukupnya dicuci lalu diparut. tambahkan arak sampai menjadi adonan seperti bubur encer. Borehkan kebagian sendi yang sakit.

5 Mengecilkan perut setelah melahirkan: 

Rimpang bangle secukupnya dicuci lalu diparut, borehkan pada perut.

6. Cacingan:

3 jari rimpang bangle, 2jari temu hitam, 5 biji ketumbar dan 5 lembar tangkai daun sirih dicuci lalu diiris tipis-tipis, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 1/ 2 cangkir air masak, diaduk merata lalu diperas dan disaring. Minum.

7 Radang selaput lendir mata:

Rimpang bangle dan kunyit sebesar1 buku jari tangan dan 13 butir jinten hitam dicuci bersih lalu dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 1 gelas air bersih sampai tersisa setengahnya. Setelah dingin disaring, minum.

8. Kegemukan / mengurangi Iemak tubuh: 

a. Sepotong rimpang bangle dan 7 lembar daun jati belanda dicuci lalu direbus dengan 1,5 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum. Pagi dan sore hari.

b. 1/2jari rimpang bangle,1/2jari rimpang temu giring, 3/4 jari rimpang lempuyang wangi, 1/4 genggam daun kemuning, 1/4 genggam daun jati belanda, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong potong seperlunya. Rebus dengan 4 1/2 gelas air bersih sampai tersisa 1/2-nya. Setelah dingin disaring, minum. Sehari 3 x 3/4 gelas.

c. Rimpang bangle dan rimpang temu hitam, masing-masing 1/2jari tangan, dicuci lalu diparut. tambahkan 1 sendok makan air jeruk nipis dan 2 sendok makan madu, aduk merata sambil diremas
remas. Peras dan saring, minum. Lakukan 2-3 kali sehari.

KOMPOSISI

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rimpang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan agak pedas. Penurun panas (anti piretik), peluruh kentut (karminatif), peluruh dahak (expectorant), pembersih darah, pencahar (laksan), obat cacing (vermifuge). KANDUNGAN KIMIA: Rimpang: minyak atsiri (sineol, pinen), damar, pati, tanin.